Monday, March 21, 2011


penggunaan media ICT kini bertujuan menyimpan, memproses dan menyampaikan maklumat kepada pengguna, pembaca dan masyarakat.

  • Penyimpanan merupakan usaha mengumpul maklumat yang di peroleh.
  • Pemprosesan merupakan usaha dalam menapis setiap maklumat mengikut kategorinya.
  • Penyampaian pula bermaksud prose dimana maklumat akan di sebarkan kepada pengguna dan masyarakat dengan pelbagai cara.


antara cabaran ict yang menghantui umat islam.

1. penggunaan internet yang tidak bertapis
2. rancangan di TV yang tidak di tapis secara telus
3. media bertulis yang memaparkan karya2 yang tidak sepatutnya serta grafik2 yang berunsur lucah dan membatasi syariat islam.



bagi membanteras masalah dan kemelut ini daripada semakin berlarutan, langkah2 yang drastik harus la kita laksanakan. sebagai contoh.:
  • memperbanyakkan kandungan ilmiah menerusi ICT.
  • Mendidik umat islam menggunakan ICT secara beretika dab bermoral.


dalam komunikasi islam setiap mesej hendak lah di utarakan dan di sampaikan dengan cara yg tepat dan benar agar tidak menyinggung mana2 pihak. sebagai contoh"

  • apabila Nabi Musa di perintahkan berjumpa dgn firaun, baginda di arah supaya menggunakan bahasa yang lembut (Tahaa:44)
  • apabila kita berkomunikasi dangan ibu bapa hendaklah berkata dengan kata-kata yang lembut, tidak berkasar atau dengan nada menengking. ( al-Isra:23)
  • perlu menapis setiap berita yang di bawa oleh orang fasiq (Al-Hujurat:6)
  • apabila berbahas perlu berbahas dengan cara yang terbaik dan bijaksana supaya musuh tertarik dengan islam (An-Nahl:125)

Media Islam
  1. Al-Quran : memberi petunjuk, mendidik
  2. Jemaah : jemaah politik, sosial, kebajikan
  3. Lisan : pidato, kuliah
  4. Tulisan : majalah, surat, buku
  5. Gambar : peta, statistik, diagram
  6. perbuatan : meziarahi orang sakit
  7. Audio - Visual : teater, filem, drama
Syarat - syarat membentuk media Islam
  1. niat semata-mata kerana allah
  2. perkara mestilah dibenarkan oleh syarak
  3. pelaksanaan mengikut syariat, tidak menyalahi hukum hakam
  4. natijah disalurkan ke jalan Allah
  5. tidak meninggalkan perkara-perkara asa keimanan
Peranan Media

Schremm, Lasswell, Lerner
  • pemberitahu dan pengawal persekitaran
  • penggalak perbincangan dan pendorong perubahan
  • agen sosialisasi serta penyalur budaya dan nilai
  • penghibur
Pandangan Islam
  • menyebarkan kebenaran Islam kepada orang ramai
  • menggunakan kaedah yang bijaksana dalam proses komunikasi
  • melancarkan perang saraf terhadap musuh
  • menghadapi perang media propaganda asing
Tanggapan Terhadap Media

Maryam Jemaah (1983)
  • media sebagai tamadun berteknologi yang nyah kemanusiaan kerana menggalakkan nilai kebendaan dan merosakkan kerohanian insani
Thaifah Minal Muslimin (1987)
  • ruangan berita lebih banyak mengata akan hal orang lain
  • ruangan agama amat terhad masa siarannya
  • peserta rancangan TV bergaul bebas
  • cerita-cerita di TV adalah cerita kosong
  • unsur lawak jenaka ynag sia-sia
Abdul Halim Ismail (1992)
  • nilai yang berpengaruh bagi kebanyakan individu
  • boleh mencorakkan budaya masyarakat, mengukuhkan sikap perlakuan masyarakat
Manfaat hompej Islam
  1. mengatasi masalah salah faham bukan Islam terhadap masyarakat Islam
  2. menjadi saluran bagi menyelesaikan salah faham mengenai islam
  3. memupuk semangat keislaman
  4. mempertingkatkan ilmu pengetahuan

Prinsip-prinsip Komunikasi dalam Al-Qur'an

Meskipun Al-Qur'an secara spesifik tidak membicarakan masalah komunikasi, namun, jika diteliti ada banyak ayat yang memberikan gambaran umum prinsip-prinsip komunikasi. pelbagai perkataan ditemui antaranya ialah.

a. Prinsip Qaulan balighan

Di dalam al-Qur'an term qaulan baligha hanya disebutkan sekali, yaitu surat An-Nisaa:

Maka Bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, Kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna". Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan Katakanlah kepada mereka Perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. (QS An-Nisaa 4 : 62-63)

perkataan baligh, yang berasal dari ba la gha, oleh para ahli bahasa dipahami sampainya sesuatu kepada sesuatu yang lain. Juga bisa dimaknai dengan “cukup” (al-kifayah). Sehingga perkataan yang baligh adalah perkataan yang merasuk dan membekas dalam jiwa.

Sementara menurut al-Ishfahani dalam buku Al-Mufradat fi Gharib Al-Qur'an, ditahqiq oleh Muhammad Sayyid Kailani, bahwa perkataan tersebut me¬ngan¬dung tiga unsur utama, yaitu (1) bahasanya tepat sesuai kondisi lawan bicara (2) substansinya sesuai dengan yang dikehendaki (jelas), dan (3) isi perkataan adalah suatu kebenaran. Sedangkan term baligh dalam konteks pembicara dan lawan bicara, adalah bahwa si pembicara secara sengaja hendak menyampaikan sesuatu dengan cara yang benar agar bisa diterima oleh pihak yang diajak bicara.

b. Prinsip Qaulan kariman

perkataan ini ditemukan di dalam Al-Qur'an hanya sekali, yaitu surat Al-Isra: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia (QS Al Isra 17: 23)

Ayat tersebut membawa maksud bahawa ada dua ketetapan Allah yang menjadi kewajiban setiap manusia, yaitu menyembah Allah dan berbakti kepada kedua orang tua.


Dalam sebuah hadis dinyatakan: Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi Saw. Bersabda, "Merugilah 3 kali, seseorang yang menemukan salah satu atau kedua orang tuanya sudah lanjut usia tidak akan masuk surga” (HR. Ahmad)


Qaulan karima, adalah setiap perkataan yang lembut, baik, yang mengandung unsur pemuliaan dan penghormatan. perkataan komunikasi lainnya dalam Islam, yang secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut, qaulan maisyura (perkataan lembut dan melegakan), qaulan ma’rufan (perkataan baik yang sesuai dengan kondisi pihak – pihak yang berkomunikasi), qaulan layyinan (perkataan baik yang disertai penguatan dengan contoh), qaulan syadiidan (perkataan argumentatif dan menguatkan) adalah keragaman pola dan prinsip komunikasi yang secara substansial menunjukkan metode yang berbeda untuk konteks dan tujuan yang berbeda pula. Namun semua metode harus tetap berdasarkan pada substansi yang dibenarkan oleh Islam. Bagaimana implementasi yang tepat untuk setiap metode komunikasi ? Bagaimana Rasulullah Saw mengamalkan perintah – perintah Allah Swt dalam setiap konteks dan masalah yang terkait, begitulah implementasinya.

Salah satu metode komunikasi lainnya yang cukup penting diuraikan lebih rinci dalam konteks sebagai pengingat untuk dihindari adalah qaulan zuura (perkataan dusta).

Dalam Al qur’an, Allah Swt berfirman: Demikianlah (perintah Allah). dan Barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah. Maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. dan telah Dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta. (QS Al-Hajj 22 : 30)

Komunikasi dan pendidikan

Dalam konteks komunikasi beradab, maka Islam memandang komunikasi harus mengandung aspek pendidikan yang ditekankan kepada pengembangan karakter atau akhlaq. Pembangunan karakter (character building) tidak identik dengan transfer ilmu. Sehingga di dalam Islam dikenal istilah tarbiyah yang didefinisikan oleh al-Ishfahani sebagai upaya mendorong dan mengawal pihak lain menuju kepada kesempur­na­annya.

Dalam hal ini harus dipahami bahwa komunikasi bu­kan­lah bersifat indoktrinasi atau propaganda, akan tetapi, suatu proses yang bersifat komunikatif dan membangun (konstruktif). Di sini proses komunikasi pendidikan tidak hanya dipahami sebagai proses transfer pengetahuan yang bersifat satu arah; akan tetapi, harus ada upaya yang sungguh-sungguh dari semua pihak terutama pihak pendidik, sebagai komunikator, untuk mampu memberikan keteladan yang baik, sebagai upaya ber-metakomunikasi.

Komunikasi dan Masyarakat

Masyarakat adalah orang kebanyakan, yang secara sosial dan pendidikan biasanya rendah dan lemah. Sehingga, masyarakat meru­pakan suatu kelompok manusia yang paling mudah untuk dipenga­ruhi dan diprovokasi. Oleh karena itu, dalam konteks mem­ba­ngun hubungan masyarakat, seharusnya menerapkan prinsip-prinsip qaulan baligha yaitu bahasanya tepat,dan isi perkataan adalah suatu kebenaran, bukan sema­ta-mata bersifat provokatif dan manipulatif. Di sinilah, kelu­huran akhlak komunikator menjadi sangat penting, dalam konteks mem­bangun hubungan sosial maupun politik. Sebab, pengeta­hu­an­nya tentang khalayak tidak dimaksudkan untuk menipu dan mem­provokasi. Akan tetapi untuk memahami, bernegosiasi, serta bersa­ma-sama saling memuliakan kemanusiaannya.


Komunikasi dan Dakwah

Inti dakwah adalah mengajak orang lain untuk mengikuti tuntunan Allah Swt. Oleh karenanya, kemampuan berkomunikasi dengan baik menduduki posisi yang strategis. Demikian itu, karena Islam memandang bahwa setiap muslim adalah da’i. Sebagai da'i, ia senantiasa dituntut untuk mau dan mampu mengkomunikasikan ajaran-ajaran Ilahi secara baik. Sebab, kesalahan dalam mengkomunikasikan ajaran Islam, justru akan membawa akibat yang cukup serius dalam perkembangan dakwah Islam itu sendiri.

Firman Allah Swt:Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS Ali-Imran 3 : 104)


Metode komunikasi dalam Dakwah islam...

Keperluan memahami metode komunikasi dakwah yang dilaksanakan oleh Rasulullah S.A.W amat penting kerana ia merupakan suatu sunnah. Pendekatan dakwah Rasulullah S.A.W wajar dijadikan contoh tauladan,mengambil pengajaran dari pengalaman Baginda S.A.W disamping menyesuaikannya dengan suasana masyarakat kini supaya penyebaran malumat islam dapat disampaikan secara efektif dan lebih berkesan.

Beberapa metode telah dilaksanakan oleh Rasulullah S.A.W berdasarkan garis panduan yang dibekalkan oleh Allah SWT sebagaimana dimukilkan dalam al-Quran yang bermaksud:

serulah kamu ke jalan Tuhanmu dengan hikmah (bijaksana) dan nasihat yang baik dan berhujahlah dengan mereka dengan sebaik-baiknya. Sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalanNya dan Dialah yang mengetahui orang yang mendapat petunjuk.

tiga golongan manusia

  • para cendiakawan yang cintakan kepada kebenaran
berfikir secara kreatif dan kritis jadi untuk menghadapi golongan ini mestilah berbicara secara hikmah iaitu melalui fakta, dalil,dan hujjah.

  • golongan awam
mereka tidak dapat berfikir secara kritis dan mendalam. untuk menghadapi golongan ini mestilah dengan ajaran dan pendidikan.

golongan pertengahan
suka berbincang dan berbahas.untuk menghadapi golongan ini mestilah dengan cara berbincang dan bertukar akal fikiran secara berhemah.

Dakwah dan Kewajipan


  • Dari sudut bahasa bermaksud Seruan dan menuntut supaya menyempurnakan urusan masyarakat atau bekerjasama melaksanakannya

  • Dari sudut istilah pula dakwah seruan kepada Allah S.W.T iaitu beriman dan tidak menyekutukanNya, beriman kepada Malaikat, Kitab, Rasul, Hari akhirat, Qadha dan Qadar

Perkataan yang menunjukkan pengertian dakwah:

  • al-Irsyad- memberi petunjuk kepada manusia mengikut jalan kebenaran dan menggalakkan mereka melakukan kebaikan serta memberi peringatan terhadap perkara kejahatan
  • al-Wa'z- memberi nasihat yang baik supaya dapat menawan hati seseorang untuk menerima kebenaran dan melakukan amalan yang baik
  • al-Tazkir- memberi galakan kepada hamba-hamba Allah SWT agar mengingatinya dan bersyukur terhadap nikmat yang dianugerahkan olehNya.
  • al-Tabligh- menyampaikan ajaran Islam kepada seluruh manusia dan menjalankan kehidupan berdasarkan kepada syariat Allah.

Encylopedia of Islam,menerangkan bahawa dakwah ialah ajakan dan seruan supaya manusia percaya serta yakin kepada agama yang sebenar iaitu Islam

Kewajipan Dakwah


Tugas melaksanankan dakwah Islamiah adalah tangungjawab yang difardhukan ke atas setiap umat Islam.
Sebagaimana firman Allah,
Ertinya:-
"Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak yang menyeru (berdakwah) kepada kebajikan (mengembangkan Islam), dan menyuruh berbuat segala perkara yang baik, serta melarang daripada segala yang salah (buruk dan keji). Dan mereka yang bersifat demikian ialah orang-orang yang berjaya."
(ali-'Imran:104)

Cara mengubah perbuatan mungkar:
  • 1 Tangan
Dengan menngunakan kekuatan dan kekuasaan menurut cara bijaksana sekiranya mampu.
  • Lidah
Menngunakan tuturkata yang manis serta enak bagi menyamoaikan ajaran Islam yang berkesan dan memebentuk peribadi muslim yang sempurna.


  • Hati
Cara yang selemah lemah iman iaitu dengan membenci atau mengutuk kemungkaran yang berlaku dari dalam hati.


Tujuan Komunikasi Islam..

1. Memberitahu.
  • Memaklumkan kepada seseorang atau sesebuah masyarakat tentang ajaran-ajaran yang terkandung dalam Al-quran dan As-sunnah iaitu pada umumnya perkara-perkara yang berkaitan dengan aqidah, syariah dan akhlak.
  • Menghebahkan kepada umat manusia tentang islam adalah agama yang membawa Rahmat kepada dunia.

2. Menerangkan.
  • Memberi penjelasan tentang ajaran-ajaran agama secara terperinci mengenai ajaran-ajaran Al-quran dan As-sunnah.


3. Memberi kefahaman.
  • Merperjelas tentang ajaran islam agar ianya boleh difahami oleh umat islam.


4. Memberi ilmu.
  • Komunikasi islam atau juga disebut komunikasi dakwah sangat diperlukan untuk menyampaikan pelbagai ilmu pengetahuan yang terkandung dalam ajaran islam. ilmu-ilmu tersebut terdiri daripada ilmu wahyu atau naqli dan juga ilmu-ilmu aqli (pemikiran).


5. Memberi petunjuk.
  • Komunikasi islam ini penting untuk mengajar individu dalam masyarakat tentang bagaimana cara-cara yang perlu dilakukan oleh umat islam dalam melaksanakan ajaran Al-quran dan As-sunnah. Memberi petunjuk disini bermaksud memberi panduan atau mengarahkan jalan kehidupan yang benar dan diredhai Allah SWT.


6. Menyeru kepada kebajikan.
  • Komunikasi isam juga merupakan komunikasi dakwah yang sangat penting, dalam hal ini ia membantu menangani masalah kemiskinan,pendidikan, kesihatan dan lain-lain. Dengan adanya komunikasi islam masyarakat perlu diberi kesedaran terutama golongan kaya dan berpendidikan prihtin dengan menghulurkan bantuan. Sebagai contoh melalui zakat.


7. Menguruskan pemerintahan.
  • Melalui komunikasi islam ini membantu hubungan dua hala menjadi baik dan menjadikan negara kita lebih makmur.


8. Memberi hikmah.
  • hikmah ialah kebijaksanaan atau suatu kebenaran.
  • tindakan yang hikmah dapat membentuk masyarakat pada hari ini lebih persefahaman diantara satu sama lain.


9. Menyampaikan khabar gaembira dan peringatan.
  • khabar gambira beerti berita-berita dari Al-quran dan As-Sunnah tentang:


  • balasan syurga kepada umat yang patuh kepada ajaran islam.
  • pahala yang berlipat ganda kepada orang yang beribadah di bulan dan di hari mulia.
  • kesediaan Allah untuk mengampuni dosa umatnya yang bertaubat dengan taubat nasuha.
  • kenikmatan yang dialami oleh penghuni syurga.
  • kelebihan mati syahid dan lain-lain lagi.
- yang dimaksudkan memberi peringatan ialah perkara yang merupakan amaran dari Allah SWT terhadap umat yang lalai dam melamggar ajaran-ajaran islam.
  • balasan azab neraka kepada orang-orang yang melanggar hukum-hukum agama.
  • azab kubur dan seksaan Mahsyar terhadap orang-orang yang mati dengan membawa dosa.
  • kutukkan Allah terhadap orang-orang yang melakukan kezaliman di atas muka bumi.
  • di timpa bencana terhadap kaum atau masyarakat manusia yang membuat kerosakan di muka bumi ini.
tujuan pengkhabaran perkara-perkara tersebut terhadap umat manusia adalah untuk mendorong manusia supaya selalu melakukan kebaikan dalam hidup dan cuba kawal diri untuk melakukan perkara yang tidak diredha Allah

Monday, March 7, 2011

Tujuan komunikasi

tujuan komunikasi dalam islam telah dibahagikan kepad 9 perkara. perkara yang pertama yang telah digariskan ilah memberitahu. ia bermaksud memaklumkan kepada seseorang mengenai ajaran-ajaran yang terkandung dalam al-quran dan as-sunnah.
tujuan komunikasi yang kedua ialah menerangkan. menerangkan yang dimaksudkan ialah memberi penjelasn secara terperinci mengenai ajaran-ajaran agama seperti yang terkandung dalam al-quran dan assunnah
Jenis-jenis komunikasi menurut islam

1. Komunikasi dengan Allah
komunikasi dengan allah merupakan komunikasi paling tinggi darjatnya. komunikasi ini dilakukan bertujuan untuk mendekatkan diri dengan allah. pelbagai cara boleh dilakukan untuk mendekatkan diri dengan allah anataranya ialah bersolat, membaca al quran, berzikir dan lain-lain lagi

2. Komunisai dengan manusia
komunikasi dengan manusia mencakupi bentuk yang sangat luas antaranya komunikasi mengenai pendidikan komunikasi keluarga komunikasi perniagaan dan sebagainya.

3. Komunikasi dengan diri sendiri
komunikasi diri sendiri dapat dilakukan dengan bercakap dengan diri sendiri seperti proses berfikir, menghisab diri dan muhasabah diri

4. komunikasi manusia dengan alam sekitar
manusia selaku khalifah dimuka bumi ini perlulah menjaga alam sekitar seperti mana yang telah diperintahan oleh allah keatas manusia

Proses komunikasi islam

dibahagikan kepada empat:

1. Punca atau sumber maklumat
sah kebenaranya secar serentak supaya tidak menimbulakan masalah
2. Mesej
hendaklah bersifat ajakan kepada kebaikan dan menolak kepada kemungkaran
3. Sasaran
menurut islam sasaran utama ialah orang yang paling hampir dengan komunikator
4. Maklum balas
reaksi daripada komunikator.

Monday, February 21, 2011


"Jangan jadi seperti orang yang bila bercakap tetapi tidak memberi makna kepada orang lain, kerana percakapannya hanyalah sesuatu yang sia-sia, Jadilah orang yang bila bercakap dapat memberi kebaikan kepada orang lain kerana percakapannya penuh dengan hikmah"

Sunday, February 6, 2011

KOMUNIKASI DALAM ISLAM


Pengenalan

Dalam kehidupan kita berkomunikasi adalah amat penting. Kita boleh berkomunikasi dalam pelbagai cara antaranya ialah berkomunikasi dengan lisan iaitu suara atau berkomunikasi dengan bahasa badan(body language) atau bahasa isyarat. Komunikasi sudah ada sejak dari zaman Nabi Adam lagi dan berkembang sehingga sekarang. Komunikasi juga adalah asas dalam kehidupan kita.
Komunikasi juga adalah sebahagian yang telah diajarkan didalam al-Quran dan as-Sunnah terutama dalam urusan dakwah Islamiyah.
Komunikasi islam merupakan komunikasi yang berasaskan nilai-nilai keagamaan yang terjamin kebenarannya dan terjerumus kearah kebaikkan. Ini adalah sesuatu yang berhubung dengan proses komunikasi samaada prinsip, kaedah , mesej, matlamat, media hendaklah berasaskan wahyu dan sunah yang telah ditunjukkan oleh Rasullulah S.A.W. Amalan komunikasi seperti ini boleh dikira sebagai ibadah yang akan dikira di akhirat kelak.
Islam sebagai cara hidup yang komprehensif telah menyediakan kaedah yang boleh mengelakkan dari sistem komunikasi biasa yang selalunya mendatangkan masalah islam bukan sahaja menyediakan etika untuk komunikasi bahkan menyediakan juga teknik-teknik yang berkesan yang boleh menyenangkan urusan harian kita. Allah S.W.T juga berkomunikasi dengan makhluknya melalui al-Quran.
Firman Allah S.W.T yang bermaksud:
"telah kami turunkan kepadamu Al-kitab, untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang berserah diri kepada Allah"
(Al-Nahl:89)
Jelaslah disini bahawa islam amat menggalakan umatnya untuk berkomunikasi di antara satu sama lain bagi mengeratkan silaturahim selain daripada untuk menyampaikan urusan dakwah.